
![]()
@Glaniz
Skin by Ayien Cute favicon byBabydoll Blog owner: Glaniz! ![]()
| Tips Menjadi Seorang Youtuber
Senin, 02 November 2015 | 08.07 | 9 comments
Di Indonesia sendiri sudah banyak anak-anak Youtubers yang sudah terkenal yakni Skinnyindonesian24, RadityaDika, Duo harbatah dan masih banyak yang lain lagi. Mereka semua kebanyakan bergenre komedi. Kalau di luar negeri sih banyak adaPewdiepie, Finebross, dll.
Pertama saya mau mengenali dulu apa sih itu Youtube? yang udah tahu diam-diam aja ya
YouTube.com adalah salah satu layanan dari Google yang memfasilitasi penggunanya untuk meng-upload video dan bisa diakses oleh pengguna yang lain dari seluruh dunia secara gratis. Bisa dikatakan YouTube adalah database video yang paling populer di dunia internet, atau bahkan mungkin yang paling lengkap dan variatif (pertanyaan.com).
Siapa bilang dari YouTube gak bisa berpenghasilan? kemarin-kemarin saya baca berita Youtuber dengan nama akun PewDiepie berpenghasilan ditaksir miliyaran looh. PewdiePie atau bernama asli Felix Kjellberg ini mempunyai genre game dia membuat video dengan bertema permainan yang dia mainkan dengan tingkah konyolnya.
Di Indonesia tren Youtuber itu di awali oleh beberapa youtuber yang sudah masuk televisi di tahun 2009an, kalian tahu kan siapa? yap sinta jojo dengan lipsing keong racunnya dan Briptu Norman dengan chaiya chaiyanya
Setelah saya memberitahu apa itu youtube dan orang-orang yang sudah terkenal di youtube, langsung saja saya mau memberikan tipsnya untuk menjadi Youtuber. berikut tipsnya:
1. Niat dan doa
Dimana pun apa pun yang kamu mau lakukan pasti kita niat dan doakan yang terbaik dong hehe
2. Pilih salah satu genre yang kamu pilih
Genre di youtube sendiri itu ada banyakk dari Vlog (video blogger), edukasi, entertainment, Music dll. Pilihlah sesuai kenyamanan kamu.
3. Gunakan sesuai bakat dan kelebihanmu
kebanyakan artist dia mampu menarik perhatian orang banyak, Jika tidak mempunyai bakat maka sulit untuk menggapai popularitas di Youtube. Jadi gunakanlah bakat dan kelebihanmu.
4. Pakai kamera yang bagus
Ini yang paling penting karena kualitas dari video anda dilihat dari kualitas kameranya, kalau video buram jelek atau resolusinya kecil kan orang baru nyetel udah males duluan nontonnya hhe
5. Tunjukan profil lengkapmu
Sebisanya pasang profil anda dan kontak anda di Youtube jadi apabila ada perusahaan yang mau masang iklan dan ada panggilan setidaknya anda bisa dihubungi melalui kontak itu.
6. Edit video sebaik mungkin
Jika anda sudah merekam video setelah itu tahap pengeditan, Editlah video sebagus mungkin dari pemotongan, musik, kecerahan video dll. Karena itu bisa dapat nilai lebih dari video anda.
7. Promosi akun Youtube anda
Kalau kita sudah buat video tapi sepi pengunjung (view) pasti sedih dong, maka itu share atau promosikan akun youtube anda ke rekan-rekanmu atau di forum-forum agar orang lain bisa melihat dan tertarik dengan videomu.
Jika kalian mempunyai bakat ada baiknya dong dimanfaatkan untuk ini, apalagi sekarang membuat video itu mudah dan kamera bisa dapat dimana saja.
Yuk langsung buat Video...
Pilihan
Minggu, 21 Desember 2014 | 01.35 | 0 comments
Salah satu problema orang-orang yang jatuh cinta diam-diam
adalah pilihan.
Ya, pilihan.
Entah seberapa kuat cinta itu, entah seberapa dalam kalian
menyembunyikannya, pada akhirnya kalian akan dihadapkan pada sebuah dinding
besar bernama pilihan.
Hanya ada dua kata di sana: menyerah atau maju.
Sama seperti jenis orang yang jatuh cinta diam-diam, ada dua:
teman dekat atau orang asing.
Di sini jika kalian adalah orang asing, maka kalian akan
lebih beruntung.
Karena golongan orang asing biasanya tidak terlalu banyak
menyimpan harapan, maka mereka tidak akan jatuh terlalu dalam.
Jika memilih menyerah, tidak akan terlalu sulit untuk
melupakannya. Jika memilih maju, mereka kembali memiliki dua kemungkinan.
Diacuhkan atau diabaikan. Jika diabaikan pun tidak akan sesulit yang
dibayangkan untuk lupa.
Golongan teman dekatlah yang paling sengsara. Orang-orang
seperti akulah yang paling nista.
Karena aku dan kamu terlalu banyak membuang waktu bersama,
terlalu banyak menghabiskan tawa bersama, terlalu banyak menyimpan harapan.
Kita seperti dua ikan yang diletakkan dalam dua akuarium
berbeda yang bersebelahan.
Seperti dua bunga yang ditanam di dua kebun berbeda yang dibatasi pagar tinggi.
Sangat dekat, tapi juga begitu jauh.
Kita sama-sama bisa saling mendengar, bisa saling melihat,
tapi kita tidak punya kuasa untuk saling mendekat.
Memang bukan tidak mungkin, tapi rasanya sulit sekali.
Lalu pada akhirnya kita akan bermuara pada gelisah yang
membawa tanya serta hasrat untuk menyerah.
Sialannya, saat tekad untuk berhenti hampir sempurna bulat,
kenangan-kenangan akan kebersamaan itu kembali.
Saat-saat kita menikmati cahaya matahari bersama, saat-saat
kita saling menciprat air, saat-saat dimana hanya kita berdua.
Semua klise tersebut akan menghanyutkan pikiran kita untuk menyerah.
Membawa ombak besar untuk kembali.
Tapi yang terburuk dari jatuh cinta diam-diam adalah harapan.
Aku hanya bisa berharap, tanpa tahu apa yang kamu pikirkan. Hanya berdasar pada
mozaik-mozaik candaan kita, mengira-ngira apa yang kamu rasakan, menduga-duga
debar jantungmu, merangkai-rangkai skenario terindah atas kita. Bermimpi.
Kini keinginan terbesarku adalah untuk berenang bersama kamu,
untuk mekar bersama kamu, untuk dapat menyentuhmu.
Namun kembali pada realita, aku butuh setidaknya tangan yang
bermurah hati menciduk dan memindahkanku ke akuarium yang sama denganmu. Atau
tangan yang rela berkotor-kotor untuk menggali akarku dan menanamnya kembali di
sebelahmu.
Sebelum itu, aku bahkan tidak tahu apa kamu sudi berbagi riak
denganku. Atau apa kamu sudi bertaut akar denganku.
Kalau sudah begitu aku benar-benar harus memilih. Dan pilihan
terbaik diantara semua ini adalah menyerah.
Label: Penggalauan, Renungan No Title Needed.
Jumat, 25 April 2014 | 08.58 | 0 comments
Hey, I don’t know how to start it. I think it’s gonna be something awkward.
Ok, but lemme try.
Hhh (actually I’m taking a breath)
Hey, umm, again.
We’ve known each other for a years,
and there’s so much thing happens around us.
There’s so much time we’ve spent together, and you’ve got sooo much chances to make me enchanted to you. And I already.
I don’t know how you did it,
But I love the way you make me laugh, The way you make me curious, And the way you pissed me off.
No, actually I love the way you are.
I love the way you make a silly face (by lifting your eyebrow or making duck face, seriously xD), The way you joke around, And the way looked that hawt :$$ (naw, just kidding. Typical you: cold as usual. But it still could make me freeze)
You know,
You’re the one that could make me stay the night (besides my super-duper-homeworks ofc), Thingking of you make me so depressed. So much questions run on my mind, like, “what is he doing?” “is he watching what am I watching?” “am I pretty enough for him?”, and many more.
I know I’m not the girl that always on your dream or better
than your exs.
I’m not a girl with high heels and classy dress, nor the popular girl with tons of fans and branded stuff.
I am just me.
A clumsy girl with braces, and her laptop full of anime episodes. I am not popular, not smart, not even pretty. I am not on list girls-you-want-to-date. I know we’ve playing around so much, but, its time for me to getting serious, I like you. A lot.
PS: Oh my God! I cant believe I can do dissss!
Look at me nigga, I told him! (although just via my blog,
ehe. But there is still a possibility he would check out this page and found
it, right?)
Ok, I’m a coward. This is just a reflection how I tell him
later.
Yes, later. I promise.
Umm.. maybe.
Label: Glaniz's, Me. It's just me, Penggalauan Abandoned Alone by Whole World
Minggu, 16 Maret 2014 | 04.09 | 0 comments
Do you ever feel like you’re alone?
Like, you’re always there to listen to them but nobody listen
to you?
You’re always there to wipe their tears, but nobody ever realize your tears? You’re always try to cheer them up, but nobody ever here to calm you down? You’re always there to hug them, but nobody ever hold your hand when you’re crying? You’re always try your best to help them, but no one even care when you’re in trouble? You’re always there to assist them, but you’re the only one who always blamed? You’re always there to accompany them, but no one wants you? And you’re always try to be nice to everyone, but they never treat you well?
I do. I know how it feels.
It feels like your friends, your love, even your family leave you alone.
I always there, right there. But where are they when I need
them?
One day, they’re so nice to me. But the next day, they’re so rude. One day, they’re used to be so closed to me. But the next day, they treat me like I’m a stranger. When they need me, they’re so kind. But when they’re done with me, they throw me. I don’t know what’s wrong with me. Maybe because I’m not pretty? I’m not clever? I’m not popular? Or because I’m nerd? I don’t know.
I think imperfect people like me could gain our own
happiness.
But it seems like nobody cares.
I give up.
Society is so hard. No, life is so hard. When you try to climb it, everybody will hates you. But if you don’t, you’re abandoned. Label: Me. It's just me, Penggalauan Tentara
Kamis, 30 Januari 2014 | 04.06 | 0 comments
Seorang tentara baru saja selesai mengikuti sebuah perang, dan akan dipulangkan ke rumahnya. sebelum itu, ia menelepon kedua orangtuanya,Anak : ayah, ibu, aku sudah selesai bertugas. beberapa hari lagi aku pulang. Orangtua : benarkah? syukurlah! Anak : tapi, bolehkah aku membawa seorang teman menginap di rumah untuk beberapa hari? Orangtua : silakan, nak. rumah kita masih cukup untuk menampung satu orang lagi. Anak : tapi dia cacat. dia sudah tidak mempunyai tangan dan kaki. tak apakah? mendengar hal tersebut, ayah dan ibunya terdiam sejenak lalu menjawab, Orantua : entahlah, nak. mengurusi orang cacat akan sedikit menyulitkan sepertinya. mendengar jawaban tersebut, sang anak menutup teleponnya tanpa berkata apa-apa lagi. beberapa hari kemudian, Orangtua tentara tersebut dikirimkan sebuah peti jenazah yang berisi mayat anaknya dalam keadaan tanpa kaki dan tangan. Salah satu rekan tentara tersebut berkata bahwa ia kehilangan kaki dan tangannya karena terkena ranjau dan segera bunuh diri setelah mendengar jawaban dari ayah-ibu nya tempo hari. Label: Flash fiction, Keluarga, Renungan The Fat Wallflower
Rabu, 16 Oktober 2013 | 06.30 | 0 comments
In UK,
there's a boy named Tom. He's almost perfect. He's smart, charming, and
handsome. He had a lot of fans. one of them is Laura. She's Indonesian. She had
tan skin, fat, and not pretty anymore. One day, she wanted to tell her love to
Tom. So she called Tom to the cafetaria and said she wanted to borrow his
sketch book.Tom : Here you are. Make sure you bring it next week. Laura : thank u. btw, Tom, I want to tell you something. Tom : umm?Laura : to be honest, I love you. I've admiring you from a long time ago. Tom : is that a dare? Laura : no! I do love you, Tom. Tom : umm, sorry Laura. but you're not pretty enough. u're Indonesian, i don't think it's bad. Indonesian girl is exotic. and you have tan skin but it's not exotic anymore. you such a fuckin nigga, and... look at your body! you're like a pregnant elephant. oh, shit. how the fuck u thought i'll like you? She stand still for a while, she's almost cry. Laura : if I could be prettier, would u be mine? Tom : hmm (impossible!) Then Tom walk away and leave the poor Laura. Three months later, Tom was looking for Laura take his sketch book. He asked to her friend where is she. Tom : Have you seen Laura? she borrowed my sketch book and I want to take it back. Friend : I haven't seen her for the last 2 months. My girlfriend told me she is sick. Tom : shit! where have she been? i need the sketch book, the teacher is going to check my design tomorrow! Friend : just go to her house, dude. Tom : ok. After school, he went to Laura's house. But her maid told him she's in hospital. Tom really needed the sketch book, so he decided to go to the hospital. In hospital, he saw Laura was lying in the bed. But she looked so pathetic. She almost lost all of her hair and her body looked like just a skull and skin. Not far from her bed, he saw his sketch book. He opened it and almost cry. On the first page after his design, she drew a fat girl with caption, "The story about a fat wallflower to get her love" 2nd page is told about how much she loved him. 3rd page is told that she really wanted to be beautiful. 4th page, the sad story begun. It's wrote, "He said I'm like a nigga. So I'll start to make myself brighter. I've tried so many traditional way to make my skin brighter. But isn't working at me. I decided to go to the doctor to inject myself with whitener. I don't have enough money, so I go to illegal practice. I can't tell my parents... they would be so angry with me." 5th page, I have a deep eye bags. I know they're very annoying. I was looking for the way to .........." 6th page, I want to make my teeth whitener. 7th page, how to hide my scars........ and 12th page, "After almost 1 month I tried to make myself beautiful my friends start to call me pretty. I was so excited. But then, I realized. He ever called me fat. So I tried to diet. I was trying so hard, I can lost 14 kg in 1 month. my weight was 46. My parents asked me to stop, but I won't. Every time I look myself on mirror, I see a pregnant elephant-just like he said. So I try harder to lost my fat.The next month, I can lost 10 kg. My parents was so worried. They told me to go to the doctor. But I don’t. The next day, my hair start to fall out. My weight continued decrease and I’ve not menstruation for the last two months. At the night, my brother came to my room and brought some articles about anorexia. In those articles written about some characteristics of anorexia patient. And I have all of the characteristics. With sad eyes, my brother asked me to stop the diet. Once again, I denied. I don’t know why, but now I hate the food. When I look to the food all in my mind is, “Why the fuck I must eat? They’re just make me uglier.” I know it’s crazy. And you might can’t imagine my suffering when I try to not eat. But as I promise, I’ll be prettier. I’ll do anything so Tom can love me. So I can be his princess. But you know, with this passion I enjoy all of my suffering when I’m starving. The next week, my mom brought me to the doctor. The doctor said I have Anorexia Nervosa. Anorexia nervosa is a potentially life-threatening eating disorder. It is a serious psychological disorder characterized by either a significantly reduced appetite or complete aversion to eating. They said I needed the therapy. The doctor forced me to eat, because if I don’t I’ll die in next 2 month. Now my weight 25 kg. In the last page, there is a sentence written by capital letter, “AM I PRETTY ENOUGH NOW?” Tom was staring at Laura, and didn’t realize his tears were coming down. “What… what did I do?” asked Tom to himself. He came closer and hold her hand, “I’m sorry… you’re pretty in your way. I should realize it. I’m sorry Laura… I’m so sorry…” Laura was staring him back, and her tears fell like the first rain drops in the summer time. Her eyes was saying, “I love you, Tom.” For the last time. The electrocardiograph was beeping and showing the flat line. She’s gone…………… So, girl. The message of the sad story is be grateful! You might be not as pretty as Kendall Jenner or as hot as Megan Fox. But believe me, you’re pretty in your own way. We’re pretty, girls! So, let’s say NO to anorexia. By the way, you can see the pic of anorexia below. Thank u for reading! Label: Cerpen, FYI, Opini, Recommended, Story Ramadhan
Kamis, 11 Juli 2013 | 01.06 | 0 comments
Mentari menepikan dirinya ke barat, menciptakan semburat kemerahan yang menimpa wajahku. Senja. Aku menghirup napas dalam-dalam—biarkanlah, selagi oksigen masih gratis—sembari menikmati indahnya senja. Aku selalu suka senja. Terlebih hari ini. Tak lama azan Maghrib berkumandang, aku kembali ke dalam rumah dan mengeraskan volume televisi. Orang-orang di MUI sedang melakukan sidang isbat. Ramai menentukan kapan jatuhnya hari pertama Ramadhan dengan melihat hilal.Aku terpekur, Ramadhan lagi. Bukan aku tidak suka bulan suci ini, malah aku selalu menantikan kehadirannya. Suasana sore saat orang-orang ngabuburit, berjalan santai sambil ngobrol ngalor-ngidul tanpa gosip, kata-kata yang lebih terjaga, juga ketentraman yang menyeruak. Tapi Ramadhan kali ini membuatku memaksa mengingat sesuatu. Satu tahun lalu. Cepat-cepat aku menggelengkan kepalaku, berharap dengan cara begitu aku bisa mengusir kenangan yang melintas. Tapi gagal, kenangan itu, senyum itu, sosok itu, kembali hadir. Bulan Ramadhan memang bulan yang penuh berkah, banyak sekali berkah yang keluarga kami dapat, khususnya aku. Terlebih saat aku bertemu kamu lagi. Semua memang awalnya baik-baik saja, senang-senang saja. Sampai akhirnya kamu pergi. Sakit. Dan sekarang, aku harus dihadapan pada kenyataan yang tidak mengenakkan. Sudah satu tahun, dan aku belum benar-benar bisa melupakanmu. Memang benar ada orang lain, memang benar banyak yang memasuki hidupku dan memang benar ada dia. Tapi rasanya kamu belum bisa benar-benar lenyap dari otakku. Masih leluasa berlarian dalam khayalku. Dan seringkali membuat otak dan hatiku bergumul. Salah, memang salah. Harusnya tidak begini. Kini kamu dan dia hadir membentuk suatu euforia semu yang aku sendiri tak bisa menjelaskannya. "Lupakan! Apa yang kamu lihat darinya? Kalau kamu memang hanya mencari kenyamanan, bukankah dia lebih bisa menjagamu? membimbingmu?" jerit otakku. "Tapi cuma dia yang bisa begitu, memberi waktunya seutuhnya untukku. Sedangkan dia seringkali tenggelam dalam urusannya sendiri." bantah hatiku. Ah, payah. Harusnya bulan ini dimanfaatkan untuk mendekatkan diri pada Sang Khalik, beramal sebanyak-banyaknya. Tapi kenapa aku malah mengalami pergelutan dalam benakku? Baiklah, aku seringkali jatuh karena mendengarkan hatiku dan tak memperdulikan logika. Kali ini aku membiarkan otakku yang menguasai pergulatan. Jadi, bersoraklah wahai otak! Okay , kalau begitu aku harus tetap menjalaninya. "Tapi apa perlu? Buka bersama sekaligus reuni seperti dulu? Ah, cuma mengundang pahit saja." gumam otak yang meras sudah menang. "Tapi tunggu, ini ajang silaturahmi. Minta maaf lah sana, kalau-kalau kamu punya salah sama teman-teman lamamu." hati menentang, merasa menemukan celah untuk berontak. "Tapi tetap saja aku masih belum siap jika harus bertemu lagi dengannya!" sergah otak. Begitulah. Hari ini mereka terus bertentangan, bersilang pendapat. Tanpa ada hasil dapat diambil. Menggantung. Label: Glaniz's, My day, Penggalauan, Renungan |