Glaniz's
13 yo. young, but not forever. act,write,jump,sing,dance,and punch. addicted to camera,fashion,and Greyson Chance.
@Glaniz



Skin by
Ayien
Cute favicon byBabydoll
Blog owner: Glaniz!

Kunci Rumah Aidee
Jumat, 02 Maret 2012 | 18.52 | 0 comments


"Dee, nanti pulang sekolah main ke rumahku, yuk! Di rumahku kosong, nih. Mama sama papa lagi pergi," Ajak Kirei di kelas.
"Kayaknya gak bisa deh, Rei. Hari ini aku ada les. Mungkin lain kali saja," Jawab Aidee sekenanya.
“Yah .. ya udah, deh. Gak masalah. Aku ajak Lala aja,” kata Kirei sambil berjalan meninggalkan Aidee.
Baru beberapa langkah Kirei berjalan, Aidee mendengar suara besi yang jatuh membentur lantai. Dengan cepat Aidee menoleh. Ternyata yang dilihatnya adalah sebuah kunci. Segera, Aidee memungut kunci itu dan berteriak, “Kirei! Ini kunci rumahmu, bukan?” Kirei segera berbalik menghampiri Aidee. “Ah, ya!” Serunya. “Hhh, untung saja kamu liat. Kalo sampe ilang aku bisa dimarahi orangtua ku,” Lanjut Kirei. “Terimakasih, ya!” Kata Kirei akhirnya. Selepas Kirei pergi, Aidee merenung.
Ia memperhatikan teman - temannya yang lain. Hampir semua temannya sama. Kedua orangtua mereka bekerja, dan mereka terbiasa tinggal sendirian di rumah. Karena itu banyak teman Aidee yang membawa kunci rumah ke sekolah. Berbeda dengan Aidee yang di rumahnya selalu ada bunda dan Bik Inah yang siap menyambutnya ketika pulang sekolah. Jadi Ia tak perlu membawa kunci ke sekolah.
Aidee juga ingin membawa kunci ke sekolah seperti teman - temannya. Ia ingin menunggu di rumah sendirian. Kelihatannya asik. Pikir Aidee tiap kali mendengar temannya yang harus menunggu sendirian di rumah. Walaupun sudah duduk dibangku kelas tujuh, Aidee belum pernah tinggal sendirian di rumah. Ia pasti lebih memilih ikut bundanya pergi atau bermain ke rumah teman daripada sendirian di rumah.
Sore harinya, bunda memanggil Aidee yang baru pulang sekolah ke ruang makan. “Aidee, besok bunda ada acara reuni dengan teman - teman SMA. Bik Inah juga besok gak akan dateng. Katanya ada sodaranya yang meninggal. Jadi kayaknya kamu sendirian di rumah. Gak apa - apa, kan?” Tanya bunda. Aidee terkejut sekaligus senang mendengar kabar ini. Berarti ini pertama kalinya Ia tinggal sendirian di rumah. Asik! “Gak apa apa kok, Bun. Aidee kan udah besar,” Jawab Aidee sambil menyeringai lebar. “Besok Kak Aeera pulang cepet, kok. Jadi kamu gak akan lama - lama sendirian,” Terang bunda “Oh, ya. Ini kunci rumahnya. Simpan baik -baik, ya. Jangan sampai hilang,” Kata  bunda lagi sambil menyerahkan sebuah kunci. Aidee sangat senang menerimanya. Besok Ia akan membawa kunci rumah ke sekolah! “Ok, bun. Aidee janji kunci ini gak bakal hilang,” Janji Aidee. “Bunda percaya, kok,” Bunda menanggapi sambil tersenyum. “Sekarang kamu mandi, gih. Udah sore,” Suruh bunda. Aidee segera berjalan menuju kamar mandi. Ia senang sekali hari ini.
Paginya, Aidee terburu buru berangkat ke sekolah. Tadi malam, Ia menonton film kesukaannya sampai larut malam, sehingga paginya Aidee terlambat bangun. Aidee tidak terlalu senang hari ini. Karena kelalaiannya kemarin malam, Ia lupa membawa beberapa buku pelajaran dan tidak mengerjakan PR matematika. Aidee dihukum berdiri di depan kelas selama pelajaran matematika berlangsung.
Sampai di rumah, Aidee segera membuka tasnya dan mencari kunci rumah yang seingatnya Ia taruh di dalam tas. Ia mulai mencari, namun kunci yang Ia maksud tidak ada. Dengan wajah cemas Aidee membongkar tasnya dan mengeluarkan semua isinya. Ia berharap kunci rumahnya hanya terselip dan tidak hilang. Sudah beberapa kali Aidee mencari kunci itu namun tetap tidak ada. Bahkan Aidee sudah mencari di antara halaman buku dan tempat pensilnya. Tetap tidak ada.
Aidee menyandarkan tubuhnya lemas ke pilar rumahnya. Ia cemas sekali. Bagaimana reaksi bunda nanti kalau tahu kunci rumahnya hilang? Lalu bagaimana cara aku masuk ke rumah nanti? Bagaimana kalau ternyata Bunda, Kak Aeera, dan Ayah pulang malam? Apa iya, aku harus menunggu di depan rumah semalaman? Tanyanya pada diri sendiri.
Tak lama, Aidee mendengar suara pagar terbuka. Ia segera menoleh. Ternyata yang datang adalah Kak Aeera dan bunda. Aidee sangat senang. Semoga saja bunda atau Kak Aeera membawa kunci. Batin Aidee. “Loh, Dee? Kok belum masuk?” Tanya bunda sambil membukakan pintu. “Ehm .. Itu, Bun .. Aidee baru sampe kok,” Aidee beralasan. “Oh, gitu. Gimana tadi di sekolah?” Tanya bunda lagi. “Eng .. biasa aja, kok, bun. Gak ada yang special,” Jawab Aidee gugup. “Kok kikuk gitu sih? Oh, ya, kunci yang tadi bunda titipin mana?” Bunda menagih. Aidee benar - benar ketakutan dan bingung. Ia tak tahu harus menjawab apa. “Emm .. Kalo Aidee jujur, Bunda gak akan marah kan?” Aidee memastikan. “Iya. Memangnya ada apa, sih?” Bunda penasaran. “Emm .. sebenernya .. kunci yang bunda titipin .. eng ..” Kata Aidee terbata - bata. “Kenapa, sih?” Tanya Kak Aeera yang ikut penasaran. “Kuncinya hilang, Bun. Bunda jangan marah, ya. Dee tau Dee ceroboh. Dee janji gak akan ngulangin lagi. Bunda jangan hukum Aidee, ya,” Papar Aidee sambil terisak.
Bunda hanya tersenyum pengertian sambil membelai rambut Aidee. Mendengar kata - kata Aidee itu, Kak Aeera segera kembali ke kamarnya. Tak lama Kak Aeera kembali lagi ke ruang tamu sambil menggenggam sesuatu di tangannya. “Kunci ini maksudnya?” Tanya Kak Aeera sambil memperlihatkan dua anak kunci yang diberi gantungan Minie Mouse. “I .. iya, kak. Kakak dapet dari mana?” Aidee yang sudah berhenti menangis balik bertanya. “Ya ampun, Dee! Tadi kakak liat kunci ini ada di meja belajar kamu. Makanya kakak ambil. Kakak kira kamu udah pegang kunci lain,” Jawab Kak Aeera sambil tertawa. “Itu jadi pelajaran buat kamu, Dee. Lain kali, hati - hati kalau dititipkan sesuatu. Jangan ditaruh sembarangan. Untung kuncinya gak hilang,” Ucap Bunda bijak. Aidee segera tersenyum dan mengangguk senang. “Iya, Bunda. Dee janji lain kali lebih hati - hati. Lagian, Dee gak mau di rumah sendirian. Gak ada temen. Mending ikut Bunda belanja,” Kata Aidee riang. Bunda, Kak Aeera, dan Aidee tertawa bersama mendengarnya.

Label: ,



Old things | New things