Glaniz's
13 yo. young, but not forever. act,write,jump,sing,dance,and punch. addicted to camera,fashion,and Greyson Chance.
@Glaniz



Skin by
Ayien
Cute favicon byBabydoll
Blog owner: Glaniz!

Sapu Tangan Merah Jambu
Senin, 28 November 2011 | 06.33 | 0 comments
Siang itu begitu terik, matahari seolah ingin membakar apa saja yang ada di bumi.
"Gila, panas banget ya!" keluh Acel pada sahabatnya, Diva.
"Maklumlah, Cel. Musim kemarau .." balas Diva sambil tersenyum.
"Ah, iya juga .." sahut Acel sambil membalas senyum Diva.
"Eh, gua punya sesuatu," kata Diva sambil membongkar tasnya.
"Apaan tuh?" tanya Acel penasaran.
"Ini!" kata Diva girang sambil menunjukan sehelai sapu tangan merah jambu bermotif bunga.
"Sekarang, kalo lo keringetan karena panas,elap aja pake sapu tangan ini." jelas Diva.
"Waw, elo emang yang terbaik. thanks ya, Div.." sambut Acel sambil tersenyum lebar.
"You are welcome, girl." jawab Diva sambil balas tersenyum.
_____________________________________________

Besoknya ..

"Div, gua pulang duluan sama Zee ga papa, 'kan.?" kata Acel saat bel pulang sekolah berbunyi.
"Oh, oke ga pa-pa." kata Diva lemas.
Maklum, Diva lagi kesel banget hari ini. selain karna handphonenya rusak, Alfalinknya juga hilang di sekolah tadi. Pasti mama marah besar kalo tau. pikir Diva.

Jam 3 sore, Diva baru pulang dari sekolah karena ada pelajaran tambahan. Dia menyusuri lapangan sekolah yang luas dengan langkah gontai.
Dari gerbang sekolah, samar - samar dia bisa mendengar suara teman-temannya sedang tertawa tak jauh darinya. Benar saja, mereka adalah Acel, Zee, dan beberapa teman lainnya yang baru keluar dari cafe yang tidak jauh dari sekolah mereka.
Diva membiarkan mereka menjauh tanpa menyadari kalau dia ada di situ. setelah mereka pergi, Diva melanjutkan perjalanan pulang melewati jalan yg biasa ia lalui. tak lama berjalan, ia berhenti dan terpaku pada suatu benda merah jambu di tanah.
Diva memungutnya dan mengamatinya.
"Ini 'kan sapu tangan yang gua kasih buat Acel," gumam Diva. seketika, emosi nya tumpah. Ia tak menyangka sahabat nya yang sudah ia kenal sejak kecil dengan sengaja membuang pemberiannya begitu saja.
Sampai di rumah, Diva segera mengirimi Acel SMS dengan HP kakak nya.

'Cel, sapu tangan lo mana?!' ketik Diva
'sapu tangan yg mana, Div?' balas Acel.
'Jangan pura2, lo! yg gua kasih lah.!'
'ada ko ..'
'Jangan boong lo! ilang 'kan?'
'Emm, iya Div .. sorry banget . gua bisa jelasin ko ..'
'Mau jelasin apa lagi.?! udah jelas2 lo gk ngehargaain gue.!!'
'ya, gk gitu Div .. lo tau dari mana kalo sapu tangan gue ilang.?'
'Gue nemu sendiri.! udah, deh. jangan ngalihin pembicaraan.! Egois ya, lo.!'
'Diva.! serius, Div .. gue gk tau knpa bisa ilang .. please, jangan sebut gue egois.. gue ini sahabat lo.!'

'Sahabat.?! mulai sekarang lo bukan sahabat gue lagi, Cel.!' Balas Diva dengan kesal. Ia sangat kecewa, marah, juga sedih.
Tidak lama, HP Diva berdering. Acel yang menelpon. Diva mematikan ponselnya agar Acel tidak menelponnya lagi. Diva benar – benar tidak menyangka, sahabat yg sangat dia sayang ternyata seperti itu.
Sementara Acel juga merasa bersalah karena terlalu ceroboh dan telah membuat Diva kecewa.

Besoknya ..

"Div, gua mau minta maaf yang kemarin .." belum selessai Acel biacara, Diva sudah merangkul Acel erat.
"Gua udah maafin lo, Cel. gua juga mau minta maaf udah nyebut lo egois. sumpah, gua gak kuat musuhan sama lo walupun cuma sehari." potong Diva sambil mengusap air matanya.
Acel pun menangis haru.
Sejak saat itu, persahabatan mereka semakin erat. Mereka pun kini telah belajar untuk memahami satu sama lain. Ah, indahnya persahabatan. :)

Label:



Old things | New things